Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam investasi jangka panjang, antara lain:
1. Analisis Fundamental
Analisis perusahaan yang akan kita beli sahamnya haruslah menyeluruh, seperti: prospek perusahaan, portofolio, produk/jasa yang dijual, kesehatan perusahaan dan kualitas manajemen. Hal ini teramat penting, karena investasi jangka panjang tak hanya membeli sahamnya, melainkan juga 'bisnis'nya. Jangan sampai anda berinvestasi (untuk jangka panjang) di perusahaan yang tidak anda analisis terlebih dahulu.
2. Indeks/Harga Saham
Penting untuk memperhatikan indeks/harga saham dari suatu perusahaan. Saran saya, pilihlah saham dengan harga yang terjangkau, namun memiliki prospek besar ke depannya. Hindarilah membeli saham perusahaan besar, karena harganya sudah tinggi dan persentase peningkatan harganya di masa mendatang biasanya tidak terlalu tinggi.
Sebagai contoh, seorang artis sebut saja Aliando pada tahun 2013, nilainya tidak seberapa. Namun, kini (tahun 2015) nilainya sangat jauh melambung. Nah, kira-kira hal seperti itu dapat diterapkan tatkala anda bingung dalam memilih saham. Ingat, pilihlah yang harganya terjangkau -- namun memiliki prospek yang bagus.
3. Broker/perusahaan sekuritas
Bagi yang ingin berinvestasi saham untuk jangka panjang, saya sarankan untuk memilih broker yang memiliki permodalan yang kuat dan bisa bertahan lebih lama. Kita berbicara tentang investasi selama 10 tahun ke atas, bukan tentang investasi 1-3 tahun saja. Jadi, pilihlah broker/perusahaan sekuritas yang benar-benar bisa memegang dana anda dengan baik.
Investasi saat ini semakin mudah dan terjangkau. Menjadi investor tidak lagi hanya untuk mereka yang sudah berkantung tebal. Mahasiswa dengan uang saku pas-pasan juga bisa menjadi investor.
Setiap mahasiswa sudah semestinya mulai memikirkan masa depan. Jika berhasil menaklukkan ancaman menjadi jomblowan atau jomblowati, setiap mahasiswa tentu harus mulai berpikir tentang pernikahan, tempat tinggal, dan keperluan berkeluarga nantinya. Karena itu, berinvestasi sejak muda, sejak masih menjadi mahasiswa memberikan keuntungan luar biasa: kita memiliki waktu yang cukup panjang untuk berinvestasi sehingga hasil yang didapat di masa depan bisa lebih optimal.
Untuk berinvestasi, mahasiswa bisa memilih instrumen investasi seperti reksa dana dan saham. Keduanya hanya memerlukan dana tidak banyak, minimal cuma Rp100 ribu.
Namun, sebelum mulai berinvestasi, kita perlu mengetahui karakteristik kedua instrumen itu terlebih dahulu. Hal ini penting kita lakukan karena setiap jenis investasi memiliki risiko dan keuntungan yang berbeda-beda, sehingga dapat meminimalisir kerugian yang bisa muncul.
Lantas, apa saja yang membedakan karakteristikdari kedua jenis investasi ini? Simak ulasannya berikut ini:
Reksa Dana
Reksa dana merupakan kumpulan dana investor yang lalu ditempatkan di berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi, deposito, dan instrumen keuangan lainnya. Pengelolaannya dilakukan oleh manajer investasi profesional. Reksa dana sendiri terdiri dari berbagai jenis, yaitu: reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap, dan pasar uang. Setiap jenis reksa dana memiliki karakteristik yang berbeda-beda mengenai potensi return (keuntungan) dan risikonya.
Reksa dana pasar uang memiliki risiko paling rendah dengan potensi return 5-7 persen. Kemudian, reksa dana pendapatan tetap yang sekitar 8-12 persen. Sementara reksa dana campuran dan saham berpotensi menghasilkan keuntungan sekitar 15-20 persen setahun. Tapi perlu dicamkan, bahwa potensi return itu tidak dijamin secara pasti, karena akan bergerak mengikuti mekanisme pasar. Selain itu, juga perlu diingat bahwa semakin tinggi potensi keuntungan reksa dana, maka semakin besar pula risiko reksa dana dimaksud (high risk, high return).
Bagi mahasiswa yang masih dalam tahap belajar berinvestasi, sebaiknya memilih jenis reksa dana pasar uang terlebih dahulu. Ini karena reksa dana ini memliki fluktuasi pasar yang sangat rendah.
Saat ini membeli reksa dana bisa dilakukan secara
online--seperti halnya membeli tiket pesawat di
Traveloka ataupun pakaian di
Tokopedia. Layanan ini disediakan oleh
Marketplace Reksa Dana Bareksa, yang merupakan perusahaan teknologi pertama yang mendapatkan lisensi resmi agen penjual reksa dana dari Otoritas Jasa Keuangan RI.
Jadi, kita mudah untuk bertransaksi kapan saja dan di mana saja, termasuk menggunakan telepon seluler. Kita tidak perlu lagi bermacet-macet dan jauh-jauh mendatangi bank maupun kantor perusahaan manajemen invstasi. Yang juga praktis, kita dapat memilih, melakukan riset, dan membeli beberapa reksa dana sekaligus dari berbagai Manajer Investasi.
Saham
Saham merupakan penyertaan kepemilikan di sebuah perusahaan. Jadi, apabila kita membeli saham perusahaan tersebut, maka kita juga dapat disebut sebagai pemilik perusahaan tersebut. Apabila perusahaan tersebut meraih untung, maka kita sebagai pemilik juga akan mendapatkan bagian dari keuntungan itu. Keuntungan dari laba perusahaan inilah yang disebut dengan dividen.
Selain itu, keuntungan lain dari berinvestasi saham adalah mendapatkan capital gain. Ini adalah keuntungan yang berasal dari selisih antara harga jual saham dengan harga beli di pasar sekunder (bursa).
Saham diperdagangan dengan satuan lot di mana 1 lot terdiri dari 100 lembar saham. Misalnya saja, saat ini harga saham PT PP Properti Tbk,
(PPRO) adalah Rp386 per lembar. Berarti, untuk membeli 1 lot saham ini kita perlu mengeluarkan uang sebesar Rp38.600.
Pembelian dapat kita lakukan melalui perusahaan-perusahaan sekuritas (broker) yang terdafatar sebagai anggota Bursa Efek Indonesia.
Namun, dalam berinvestasi saham, kita perlu meluangkan waktu untuk mempelajari saham yang bersangkutan. Berbeda dengan reksa dana yang dikelola oleh manajer profesional, berinvestasi saham memerlukan keterampilan khusus untuk memilih saham yang memiliki prospek yang bagus, dengan melakukan analisis fundamental dan teknikal yang memadai.
Selain itu, perlu diingat bahwa fluktuasi harga saham cukup tinggi. Pergerakan naik dan turun harga saham sangat cepat terjadi setiap harinya, dipengaruhi berbagai faktor dan sentimen ekonomi yang datang dari dalam dan luar negeri. Karena itulah, saham digolongkan jenis investasi yang memiliki risiko tinggi. Untuk mereka yang memiliki pengetahuan yang cukup, investasi dengan risiko tinggi seperti saham berpotensi menghasilkan return yang tinggi pula. Saham juga lebih cocok untuk investasi dengan tujuan jangka panjang, biasanya lima tahun atau lebih.
Ayo, gunakan masa muda kita sebagai mahasiswa dengan berinvestasi, jangan cuma hidup konsumtif.