Selasa, 21 Maret 2017

Fundamental Analysis

Analisis fundamental adalah analisis sekuritas yang menggunakan data-data fundamental dan faktor-faktor eksternal yang berhubungan dengan perusahaan/badan usaha tersebut. Data Fundamental yang dimaksud adalah data keuangan, data pangsa pasar, siklus bisnis, dan sejenisnya. Sementara data faktor eksternal yang berhubungan dengan badan usaha adalah kebijakan pemerintah, tingkat suku bunga, inflasi, dan sejenisnya. Dengan mempertimbangkan data-data seperti tersebut diatas, analisis fundamental menghasilkan berupa analisis penilaian badan usaha dengan kesimpulan apakah perusahaan tersebut sahamnya layak dibeli atau tidak. Jika nilainya mahal atau overvalued, saham tersebut dianggap nilainya lebih tinggi berdasarkan analisis fundamental melalui perbandingan harga yang berlaku di pasar. Dengan kata lain harganya sudah terlalu mahal jadi lebih baik tidak dibeli atau dijual jika memiliki sahamnya. Sementara jika yang terjadi sebaliknya, saham itu layak untuk dibeli dengan alasan harganya murah.
Analisis ini memiliki horizon jangka panjang, karena selain menggunakan data historis (berupa laporan keuangan perusahaan) analisis ini juga menggunakan data masa depan berupa estimasi pertumbuhan perusahaan, estimasi perubahaan ekonomi di masa mendatang, dan berbagai jenis estimasi lainnya yang dianggap dapat mempengaruhi kinerja dan kelangsungan usaha. Meskipun menggunakan pendekatan kuantitatif dalam proses analisisnya, banyak variabel ditentukan berdasarkan judgment, misalnya tingkat pertumbuhan perusahaan di masa mendatang. Akibatnya, meskipun beberapa orang menggunakan metode analisis fundamental dengan cara yang sama, hasilnya bisa jadi berbeda. Analisis ini biasa digunakan untuk jangka panjang, tetapi permasalahannya yang seringkali dihadapi oleh investor adalah timing dan informasi. Karena tidak semua investor mendapatkan informasi yang lengkap sehingga jika hanya mengandalkan analisis fundamental, dapat terjadi kesalahan investasi akibat kurangnya informasi atau kesalahan timing sehingga bisa jadi saham yang dibeli harganya sudah mahal. Untuk mengatasi masalah timing tersebut dapat dilihat dari pergerakan bursa atau pergerakan saham tersebut melalui analisis teknikal untuk menentukan sinyal transaksi (sinyal beli/sinyal jual). Dengan menggunakan/menggabung kedua analisis tersebut secara tepat, bertujuan untuk menghasilkan capital gain yang optimum.

Selasa, 07 Maret 2017

Investasi

Pengertian Investasi
Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan pada masa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.

Pentingkah Investasi?
Investasi merupakan salah satu cara untuk mendayagunakan dana yang anda miliki untuk masa depan. Penting bagi kita untuk berinvestasi, tujuannya untuk:
1. Berjaga-jaga apabila terjadi inflasi
2. Cadangan di hari tua
3. Cadangan pada saat sakit dan tak bisa bekerja (sesuatu yang tak terduga).

Adapun jenis-jenis investasi berdasarkan lamanya waktu investasi antara lain:
1. Investasi jangka pendek, contohnya:
- tabungan
- deposito
2. Investasi jangka panjang, contohnya:
- obligasi
- saham
- properti
- emas

Kemudian jenis-jenis investasi berdasarkan wujudnya, antara lain:
1. Investasi Riil, contohnya:
- properti
- emas
2. Investasi Non Riil, contohnya:
- tabungan
- deposito
- saham
- obligasi.

Apa yang harus diperhatikan sebelum melakukan investasi?

Sebelum anda melakukan investasi, ada baiknya agar memperhatikan hal-hal berikut:
1. Pastikan uang anda cukup untuk kebutuhan sehari-hari
2. Pastikan anda tidak ada hutang ataupun tagihan kartu kredit
3. Pastikan uang yang anda investasikan bukan uang yang akan dipakai dalam waktu dekat.

Bagi anda yang ingin berinvestasi, ada baiknya untuk memperhatikan kebutuhan investasi tersebut. Apakah investasi tersebut untuk jangka waktu yang pendek? Ataukah untuk jangka waktu yang panjang?

Apabila anda ingin melakukan investasi jangka panjang, pilihlah instrumen yang sesuai dengan kemampuan anda. Apakah itu melalui obligasi, saham, ataupun properti.

Bagi yang memiliki dana tidak terlalu besar, ada baiknya berinvestasi jangka panjang dalam bentuk saham. Untuk jaman sekarang ini investasi saham jauh lebih murah. Kalau jaman dulu, investasi saham hanya bisa dilakukan oleh kaum kapitalis. Kalau saat ini semua kalangan bisa melakukannya, karena dengan modal Rp 1 juta pun bisa melakukan investasi saham. Istilahnya berinvestasi sedikit demi sedikit dengan menyisihkan/menyetorkan uang tiap bulan ke perusahaan sekuritas (broker). 

Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam investasi jangka panjang, antara lain:
1. Analisis Fundamental
Analisis perusahaan yang akan kita beli sahamnya haruslah menyeluruh, seperti: prospek perusahaan, portofolio, produk/jasa yang dijual, kesehatan perusahaan dan kualitas manajemen. Hal ini teramat penting, karena investasi jangka panjang tak hanya membeli sahamnya, melainkan juga 'bisnis'nya. Jangan sampai anda berinvestasi (untuk jangka panjang) di perusahaan yang tidak anda analisis terlebih dahulu.

2. Indeks/Harga Saham
Penting untuk memperhatikan indeks/harga saham dari suatu perusahaan. Saran saya, pilihlah saham dengan harga yang terjangkau, namun memiliki prospek besar ke depannya. Hindarilah membeli saham perusahaan besar, karena harganya sudah tinggi dan persentase peningkatan harganya di masa mendatang biasanya tidak terlalu tinggi.
Sebagai contoh, seorang artis sebut saja Aliando pada tahun 2013, nilainya tidak seberapa. Namun, kini (tahun 2015) nilainya sangat jauh melambung. Nah, kira-kira hal seperti itu dapat diterapkan tatkala anda bingung dalam memilih saham. Ingat, pilihlah yang harganya terjangkau -- namun memiliki prospek yang bagus.

3. Broker/perusahaan sekuritas
Bagi yang ingin berinvestasi saham untuk jangka panjang, saya sarankan untuk memilih broker yang memiliki permodalan yang kuat dan bisa bertahan lebih lama. Kita berbicara tentang investasi selama 10 tahun ke atas, bukan tentang investasi 1-3 tahun saja. Jadi, pilihlah broker/perusahaan sekuritas yang benar-benar bisa memegang dana anda dengan baik.

Mungkinkah Mahasiswa Berinvestasi?
Investasi saat ini semakin mudah dan terjangkau. Menjadi investor tidak lagi hanya untuk mereka yang sudah berkantung tebal. Mahasiswa dengan uang saku pas-pasan juga bisa menjadi investor.
Setiap mahasiswa sudah semestinya mulai memikirkan masa depan. Jika berhasil menaklukkan ancaman menjadi jomblowan atau jomblowati, setiap mahasiswa tentu harus mulai berpikir tentang pernikahan, tempat tinggal, dan keperluan berkeluarga nantinya. Karena itu, berinvestasi sejak muda, sejak masih menjadi mahasiswa memberikan keuntungan luar biasa: kita memiliki waktu yang cukup panjang untuk berinvestasi sehingga hasil yang didapat di masa depan bisa lebih optimal.
Untuk berinvestasi, mahasiswa bisa memilih instrumen investasi seperti reksa dana dan saham. Keduanya hanya memerlukan dana tidak banyak, minimal cuma Rp100 ribu.
Namun, sebelum mulai berinvestasi, kita perlu mengetahui karakteristik kedua instrumen itu terlebih dahulu. Hal ini penting kita lakukan karena setiap jenis investasi memiliki risiko dan keuntungan yang berbeda-beda, sehingga dapat meminimalisir kerugian yang bisa muncul.
Lantas, apa saja yang membedakan karakteristikdari kedua jenis investasi ini? Simak ulasannya berikut ini:
Reksa Dana
Reksa dana merupakan kumpulan dana investor yang lalu ditempatkan di berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi, deposito, dan instrumen keuangan lainnya. Pengelolaannya dilakukan oleh manajer investasi profesional. Reksa dana sendiri terdiri dari berbagai jenis, yaitu: reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap, dan pasar uang. Setiap jenis reksa dana memiliki karakteristik yang berbeda-beda mengenai potensi return (keuntungan) dan risikonya. 
Reksa dana pasar uang memiliki risiko paling rendah dengan potensi return 5-7 persen. Kemudian, reksa dana pendapatan tetap yang sekitar 8-12 persen. Sementara reksa dana campuran dan saham berpotensi menghasilkan keuntungan sekitar 15-20 persen setahun. Tapi perlu dicamkan, bahwa potensi return itu tidak dijamin secara pasti, karena akan bergerak mengikuti mekanisme pasar. Selain itu, juga perlu diingat bahwa semakin tinggi potensi keuntungan reksa dana, maka semakin besar pula risiko reksa dana dimaksud (high risk, high return).
Bagi mahasiswa yang masih dalam tahap belajar berinvestasi, sebaiknya memilih jenis reksa dana pasar uang terlebih dahulu. Ini karena reksa dana ini memliki fluktuasi pasar yang sangat rendah. 
Saat ini membeli reksa dana bisa dilakukan secara online--seperti halnya membeli tiket pesawat di Traveloka ataupun pakaian di Tokopedia. Layanan ini disediakan oleh Marketplace Reksa Dana Bareksa, yang merupakan perusahaan teknologi pertama yang mendapatkan lisensi resmi agen penjual reksa dana dari Otoritas Jasa Keuangan RI.
Jadi, kita mudah untuk bertransaksi kapan saja dan di mana saja, termasuk menggunakan telepon seluler. Kita tidak perlu lagi bermacet-macet dan jauh-jauh mendatangi bank maupun kantor perusahaan manajemen invstasi. Yang juga praktis, kita dapat memilih, melakukan riset, dan membeli beberapa reksa dana sekaligus dari berbagai Manajer Investasi.
Saham
Saham merupakan penyertaan kepemilikan di sebuah perusahaan. Jadi, apabila kita membeli saham perusahaan tersebut, maka kita juga dapat disebut sebagai pemilik perusahaan tersebut. Apabila perusahaan tersebut meraih untung, maka kita sebagai pemilik juga akan mendapatkan bagian dari keuntungan itu. Keuntungan dari laba perusahaan inilah yang disebut dengan dividen.
Selain itu, keuntungan lain dari berinvestasi saham adalah mendapatkan capital gain. Ini adalah keuntungan yang berasal dari selisih antara harga jual saham dengan harga beli di pasar sekunder (bursa).
Saham diperdagangan dengan satuan lot di mana 1 lot terdiri dari 100 lembar saham. Misalnya saja, saat ini harga saham PT PP Properti Tbk, (PPRO) adalah Rp386 per lembar. Berarti, untuk membeli 1 lot saham ini kita perlu mengeluarkan uang sebesar Rp38.600.
Pembelian dapat kita lakukan melalui perusahaan-perusahaan sekuritas (broker) yang terdafatar sebagai anggota Bursa Efek Indonesia.
Namun, dalam berinvestasi saham, kita perlu meluangkan waktu untuk mempelajari saham yang bersangkutan. Berbeda dengan reksa dana yang dikelola oleh manajer profesional, berinvestasi saham memerlukan keterampilan khusus untuk memilih saham yang memiliki prospek yang bagus, dengan melakukan analisis fundamental dan teknikal yang memadai.
Selain itu, perlu diingat bahwa fluktuasi harga saham cukup tinggi. Pergerakan naik dan turun harga saham sangat cepat terjadi setiap harinya, dipengaruhi berbagai faktor dan sentimen ekonomi yang datang dari dalam dan luar negeri. Karena itulah, saham digolongkan jenis investasi yang memiliki risiko tinggi. Untuk mereka yang memiliki pengetahuan yang cukup, investasi dengan risiko tinggi seperti saham berpotensi menghasilkan return yang tinggi pula. Saham juga lebih cocok untuk investasi dengan tujuan jangka panjang, biasanya lima tahun atau lebih. 
Ayo, gunakan masa muda kita sebagai mahasiswa dengan berinvestasi, jangan cuma hidup konsumtif. 

Selasa, 28 Februari 2017

Perbandingan Rasio pada PT. Mayora Indah

PT. MAYORA INDAHText Box: RAHMAN FADILLAH SUGANDHI - 14410110015
RASIO AKTIVITAS
1.      Perputaran Modal Kerja
Rumus :
Perputaran Modal Kerja =               Penjualan
                                           Aktiva lancar – Utang Lancar
Perhitungan :
Perputaran Modal Kerja =                        3.456.375.356.421
                                                1.296.358.506.011 – 1.099.000.000.000
                                      =          3.456.375.356.421
                                                   197.358.506.011
                                      =        17,5

2.      Perputaran Aktiva
Rumus :
Perputaran Aktiva =         Penjualan
                                       Total Aktiva
                        =          3.456.375.356.421
                                    6.642.286.742.922
                              =    0,5

3.      Perputaran Aktiva Tetap
Rumus :
Perputaran aktiva tetap =        Penjualan
                                              Aktiva Tetap
                                      =       3.456.375.356.421
                                                1.298.358.508.011
                                      =     2,6



RASIO PROFITABILITAS
a.       Gross Profit Margin
            Yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba kotor dari penjualan.
            Gross Profit Margin =             Laba Bruto
                                                      Penjualan Netto
                                            =     947.369.211.147
                                                3.456.375.356.421
                                            = 0,274 x 100 %
                                              =  27,4 %
            Artinya PT. Mayora Indah dalam setahun berkemampuan mendapatkan Margin Laba Bruto rata-rata sebesar 27,4 %.
b.      Net Profit Margin
            Yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba bersih dari penjualan.
            Net Profit Margin =    Laba Bersih
                                            Penjualan Netto
                                         =    390.865.095.141
                                            3.456.375.356.421
                                         = 0,113 x 100 %
                                      = 11,3 %
Artinya PT. Mayora Indah dalam setahun berkemampuan mendapatkan Margin Laba Bersih rata-rata sebesar 11,3 %.


RASIO LIKUIDITAS
Current Ratio
            Yaitu rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan aktiva lancar.
                 
          Current Ratio =            Aset Lancar
                                                   Liabilitas Jangka Pendek

                                            =        6.642.286.742.922
                                                      3.162.537.357.036
                                            =  2,100 X 100 %
                                            = 210 %
Artinya, setiap Rp 1,00 hutang lancardijamin oleh aset lancer sebesar210 %. Bagus jika diatas 1,00.
Cash Ratio 
            Yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan menggunakan kas yang tersedia dan berikut surat berharga atau efek jangka pendek.
Cash Ratio= Kas + Surat-Surat Berharga
                                    Liabilitas Jangka Pendek
                                            =    1.296.358.506.011 (kas dan setara kas)
                                                  3.162.537.357.036
                                            = 0.409x 100 %
                                            = 40,99 %
      Artinya, setiap Rp 1,00 hutang lancer dijamin oleh kas dan surat-surat berharga sebesar 40,99 %.

Quick Ratio
      Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva yang lebih likuid.
     
      Quick Ratio                 =  AktivaLancar - Persediaan
                  Hutang Lancar
                                          =   6.642.286.742.922 + 1.663.386.575.793
                                          1.099.000.000.000
                                          =    4.978.900.167.129
                                          1.099.000.000.000
                                                = 4.53

Perputaran persediaan
Rata2 persediaan         = (persediaan 2015 + persediaan 2014) / 2
                                    = (1.663.386.575.793 + 1.966.800.644.217) / 2
                                    = 3.630.187.220.010 / 2
                                    = 1.815.093.610.005
Perputaran persediaan = Penjualan / rata-rata persediaan
                                                = 6.954.534.210.628 / 1.815.093.610.005
                                                = 3.8


Perputaran piutang
Rata-rata piutang        = (piutang 2015 + piutang 2014) / 2
                                    = (33.878.308.210 + 34.469.136.171) / 2
                                    = 68.347.944.381 / 2
                                    = 34.173.972.191
Perputaran piutang      = Penjualan / rata-rata piutang
                                    = 6.954.534.210.618 / 34.173.972.191

                                    = 203.5

Rasio Solvabilitas
            Rasio ini disebut juga Ratio leverage yaitu mengukur perbandingan dana yang disediakan oleh pemiliknya dengan dana yang dipinjam dari kreditur perusahaan tersebut. Rasio ini dimaksudkan untuk mengukur sampai seberapa jauh aktiva perushaan dibiayai oleh hutang rasio, ini menunjukkan indikasi tingkat keamanan dari para pemberi pinjaman. Adapun Rasio yang tergabung dalam Rasio Leverage adalah:
a.      Total Debt to Equity Ratio (Rasio Hutang Terhadap Ekuitas)
Merupakan perbandingan antara hutang-hutang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan dan menjukkan kemampuan modal sendiri perusahaan untnuk memenuhi seluruh kewajibannya.
Total Debt to Equity Ratio     =           Total Hutang
    Ekuitas Pemegang Saham
= 163.131.133.434
    274.275.930.084
= 0,59
b.      Total Debt to Equity Ratio (Rasio Hutang Terhadap Total Aktiva)
Merupakan perbandingan antara hutang lancar dan hutang jangka panjang dan jumlah seluruh aktiva diketahui. Rasio ini menunjukkan berapa bagian dari keseluruhan aktiva yang dibelanjai oleh hutang.
Total Debt to Equity Ratio     = Total Hutang
                                                    Total Aktiva
                                                = 161.131.133.434
                                                10.544.129.339.088
                                                = 1,53